Sabtu, 21 Februari 2009

baksO rUsUk ajiB....

buad para fans2nya bakso,,,kyagnya plu nyoba warung bakso yg satu nie dach...
tempadnya ada d surakarta,,,deked ma kampus UMS.
klo dari semarang kanan jalan,,,letaknya di pinggir jalan.Di lewatin ma bus2 yang mo k semarang dan sekitarnya.
Namanya "Bakso Rusuk Palur", pasti kliatan kog. Gag cuma rusuk yang bakal kita dapet tp jg balungan, pkognya ajib dach....harganya 6ribu ajha,,,moga2 gag naek.
Tapi klo ada yg gag suka balungan, bisa psen yang bakso yang tanpa balungan. Tapi, klo ada yang gag suka bakso, ya mending gag usah dateng ajha. Bakso nie gag kalah ma bakso kadipolo, yang udah terkenal di sOlo. Rasa kuah kaldu sapi nya tuch trasa, brasa....halah....
coba ajha ndiri dah....

Sabtu, 14 Februari 2009

City Of tHe MontH


Musim hujan datang, seperti yang sudah di duga oleh sebagian besar warga semarang, hujan kali ini gag luput juga dari banjir. Dan seperti biasa juga yang kena banjir warga Semarang bawah (yg sabar y...). Tapi hujan kali ini yang kata bapak-2 yang pintar, intensitasnya meningkat, yang mengakibatkan banjirkanal gag mampu menampung air-2nya. Sehingga banjir kali ini, jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Wilayah-2 yang langganan terkena banjir, kali ini juga gag absen, seperti wilayah kaligawe (always...), tlogosari, stasiun, bahkan bandara juga kena banjir, hanya semarang yang bisa ini. Namun, ketinggian air jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Karena banjir pula, jadwal penerbangan dan kereta tertunda atau batal.

Tapi, ternyata hujan kali ini tidak hanya warga semarang bawah yang menderita, tapi juga warga kota atas, setelah hujan turun terus-menerus warga atas resah kalo-2 terjadi tanah longsor seperti yang terjadi di talang, bendan. Dan ternyata genangan-2 air tidak hanya terjadi di kota bawah, tapi juga atas, kalo tidak percaya, coba ke daerah tembalang, Mulai di pintu gerbang patung diponegoro, pasti terlihat genangan-2 air yang lumayan juga. Itu mungkin disebabkan karena, saluran air atau selokannya sudah ditutup, hanya dibuka sedikit, pohon-2 ditebangi, sehingga daerah resapan airnya sangat kurang, apalagi ditambah dengan trotoar-2 yang digunakan untuk berjualan, dengan sampah yang berserakan, sungguh ironis untuk sebuah kawasan pelajar (karena banyak kampus si situ hE,,).

Dan, untuk bulan Februari ini, Semarang bisa di sebut sebagai City Of the Month, coba lihat di televisi hampir semua berita tentang Semarang, tapi bukan tentang "Semarang Pesona Asia" nya, tapi semua memberitakan tentang banjir. Keren....
Jika sudah demikian, mestinya Semarang Pesona Asia yang selama ini didengung-dengungkan perlu di kaji ulang. Jangan sampai SPA itu menjadi Semarang Pesona Air. Semarang sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah, jangan sampai tertinggal dengan daerah lain, seperti Solo. Bahkan Gubernur Jateng sempat mengkritik dengan mengatakan "jangan sampai ibu kota prop pindah ke Solo".
Banjir memang belum surut, tapi alangkah baiknya jika kita sama-sama belajar mengatasi banjir. Teknologi mengatasi banjir dapat dipelajari dari negara-2 lain seperti Belanda, tapi yang paling diperlukan adalah kesadaran. Kesadaran untuk sama-sama menjaga lingkungan, tinggalkan gaya hidup yang dapat menyebabkan banjir. Agar saat banjir, warga kota bawah tidak menyalahkan warga atas karena mendapat "hadiah" air. Warga kota Atas juga jangan menebang pohon untuk membuka lahan baru, agar longsor dapat dicegah dan daerah resapan masih terjaga.
Semoga kita sama-sama dapat membangun dan menjaga Semarang kita tercinta. Agar Semarang Pesona Asia tidak hanya menjadi sebuah tag line tapi dapat terwujud.

hUkS...hUkS,,,,

akhirnya ujian slese....
blom juga ding,,,
masi ada ujian praktek....

gambaran tiap mata kul niE,,,
1. KMB -------> ptama lancar, selanjutnya kening mulai berkerut,,
2. kep. anak-------> bingung.....
3. mterntas-------> tersenyum, tp gag tau ding,,,
4. kluarga---------> moga2 yg bikin soal diampuni dosa2nya hE,,,
5. jiwa------------> capek nyoretnya,,,soalnya udh kyag skripsi tlalu tebel,tp....^_^,

tag taulah hasilnya lillahi ta'ala ajha....
hOhOo,,,,
smangadh buad ujian praktek.......
chayO....

Jumat, 06 Februari 2009

MaK......NyuSs......

Sebagai kaum mahasiswa, yang masih numpang ma orang tua, dan duit pas-pasan (itupun masi minta).
Sudah sangat wajar klo dalam hal ngisi perut (baca : makan), nyari yang murah meriah, kenyang, sehad, klo beruntung ya bergizi.
Ada satu tempat makan favorit buat yang penggemar mie ayam khususnya, patut dicoba. Akuw sih bilangnya mie ayam bugen, tapi sebenarnya namanya "MIE AYAM PAK NO", akuw taunya jg referensi temen sih. Setelah di coba, enak tnyata he,,,
Tempatnya tu dimana y....gag tau nama jalannya. Yg jlas dari SMP 37 pa 39 iaw, lupa he,,,pkognya deket2 situ d,,,
Deket tempat jual barang bekas gitu,,,di daerah lamper, katanya namanya daerah Bugen, cari aja pasti ketemu, moga2 gag nyasar. Yg jual pasangan suami istri gitu, udah lumayan tua. Tapi masih saling setia jualan bersama halah....
Harganya sih kalo sama es teh 5ribu lebih dikitlah. Klo sama es jeruk lebih mahal pastinya dibanding pake es teh hOhOo,,,selaen ada mie ayam ada tambahan gorengan juga ma krupuk. Ya standarnya warung mie ayam lah. Tapi gag tau knapa sering ksitu, mnurutkuw enag dibanding yg pnah tag coba laennya.

Ada lagi satu makanan yg enag plus langka, namanya TONGLUNG alias lontong balung, klo mo makan mesti dibungkus plus dibawa pulang, yg jual seorang wanita tua. Jadi itu tu balungan ayam kampung yg dimasak kuah sambel kacang, lebih enag pke cabe. Nie ada di daerah lamper gitu, agak2 masuk gang dikit. Nie juga referensi temenkuw. Tapi...gag tau napa sekarang gag pnah jualan lagi, entah apa yg terjadi ma mbah2 pnjual tonglung ituw....
kami rindu tonglung mu hOhOo....

UJIAN hU,,,hU....

Gila...........minggu depan ujian meski rada telad dibanding Univ laen,tp tetap akuw blom siap. twakud.....
Materi kuliah blom ada yang nyangkut di otak. Tag taulah nanti.
Akuw abis ktemuan ma tmen2 SMA (rewO grOups halah....), eidyan....tmen2kuw IPK nya dahsyat, nyaris cumlaude.Hiks....akuw iri, akuw tag boleh kalah.......
Doakan saia iaw!!!!

Akuw baru nyadar tnyata perawad syusah...
tapi apapun kulakukan demi cita-cita...
Seperti kata Ada Band "walau badai menghadang......."
halah lebai......

ya...ALLAh moga2 ujian kuw lancar, damai, diberi kemudahan, termasuk kemudahan posisi hE,,,
tag henti2nya akuw bilang.....
DOAKAN SAIA IAW!!!!!!

HiStOry Of My bLOg

WelcOme tO my bLoG....
halah.....

Sebenarnya dulu gag bgitu ngerti blog (gaptek hE,,,). Tapi sejak ngefans ma "Raditya Dika", jadi nambah taulah plus pengen...
Dulu pengen bikin blog buat nampung curhad tankuw plus tulisan2 daripada jadi sampah di komputer. Tapi klo tag pkir2, gag siap dech curhad tan kuw terpampang di dunia maya, selaen karena gag bsa bikin blog.
Trus ada orang yg bilang bikin blog susah, jadi pnasaran......
Ternyata......tag sesusah yang tag bayangin hE,,,
Tapi teteup aja blog ini gag murni hasil karya kuw, teteup ada orang2 yang mbantu hOhOo,,,
Hatur nUhun ya buad yg udah bantu......
Jangan sungkan2 hE....

Sebagai warga baru di dunia "bLOGGER" ini, mohon bantuannya iaw hWohOhOo.....
mUacH.......

ANARKISME BERKEDOK DEMOKRASI


Masyarakat Indonesia khusunya warga Medan mungkin dibuat terhenyak dan tak percaya dengan kejadian 3 Februari lalu, Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Azis Angkat meninggal dunia. Memang semua orang akan meninggal tidak terkecuali para pejabat.Tapi, yang membuat meninggalnya Ketua DPRD ini jadi berita adalah cara kematiannya. Almarhum meninggal saat terjadinya demonstrasi menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli yang berakhir anarkis. Meski dokter di RS Pirngadi, Medan sementara menyatakan meninggalnya dikarenakan serangan jantung, tapi banyak kalangan yang meyakini jika meninggalnya Ketua DPRD disebabkan karena pukulan dan serangan dari para demonstran. Apalagi di dada dan rahang ada luka memar dan benjolan merah.

Terlepas dari apa penyebab kematian almarhum Abdul Azis, peristiwa 3 Feb kelabu di Medan, memang tidak dibenarkan. Demonstrasi yang dilakukan untuk menuntut agar DPRD Provinsi membuat rekomendasi pembentukan Provinsi tapanuli. Demonstrasi yang mengatasnamakan demokrasi dan kebebasan, tapi merampas kebebasan hidup orang lain. Dari sekolah dasar masyarakat indonesia dicekoki bahwa demokrasi adalah suatu kebebasan dalam menyampaikan aspirasi dan kehendak, bahwa demokrasi itu ya dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Tapi jarang ditekankan bahwa demokrasi juga sebuah aspirasi yang bertanggung jawab dan tetap menjaga kebebasan orang lain.

Pertanyaan yang selalu muncul tentang demokrasi di indonesia, terutama demokrasi pasca reformasi'98, mengapa demokrasi di Indonesi cenderung anarki?

Tentu kita masih ingat tragedi pemukulan di Senayan antar anggota DPR, pejabat yang digaji oleh rakyat, tapi justru memberi contoh bagi rakyat bagaimana wakil rakyat Indonesia bekerja. Lalu demonstrasi karena kenaikan BBM beberapa bulan lalu yang menyeret ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli ke polisi, dan sampai saat ini masih bergulir. Lalu demonstrasi yang dilakukan FPI menuntut Ahmadiyah dibubarkan. Dan masih banyak lagi demonstrasi anarki yang mengatasnamakan kebebasan demokrasi.

Di dalam pemerintahan demokrasi, yang sebenarnya memerintah adalah publik (baca : rakyat), sementara ciri yang paling nampak pada masyarakat Indonesia dan kebanyakan negara berkembang lainnya adalah rakyat sering beraksi memerintah dengan cara yang menyolok dan berkelompok. Rakyat juga mudah sekali diprovokasi,tidak terkecuali mahasiswa yang merupakan kaum intelektual apalagi jika provokasi tersebut mengatasnamakan kepentingan rakyat. Masyarakat akan kehilangan perasaan bertanggung jawab, aksinya cenderung mengikuti kata hati dan berkelompok, masyarakat cenderung berkelakuan zalim, yang ada hanya nafsu untuk menang. Apalagi masyarakat cenderung menganggap jika tindakan yang dilakukan “berjamaah” adalah halal meskipun anarki, dengan berkedok demokrasi.

Mungkin rakyat Indonesia, mulai dari rakyat biasa, orang kaya, mahasiswa dan semuanya serta tentu saja pemerintah harus sama-sama saling instrospeksi. Mengapa rakyat berdemontrasi, dan sering berakhir rusuh, karena rakyat menagih janji-janji pemerintah untuk mereka, rakyat bukan anak kecil yang haus buaian janji-janji manis, rakyat butuh realisasi bukan janji. Tapi menagih janji juga ada norma dan etikanya. Jangan jadikan demokrasi untuk melakukan tindakan anarkis, yang menyebabkan nyawa seseorang melayang, menambah jumlah janda di Indonesia, dan menambah jumlah anak yatim. Semoga tragedi Medan yang mengatasnamakan demokrasi adalah yang terakhir di Indonesia. Amin....


Minggu, 01 Februari 2009

PESTA RAKYAT DEMOKRASI

PESTA RAKYAT DEMOKRASI

Pemilihan Umum tidak terasa sebentar lagi, 9 April rakyat Indonesia diberikan hak untuk memilih wakil rakyatnya. Rakyat Indonesia sudah disuguhi 48 menu partai politik. Ibarat menu makanan, ke-48 parpol tersebut menawarkan cita rasa masing-masing. Ada parpol yang masih bertahan dari dulu, seperti PPP, PDI, dan Golkar. Namun, ada juga partai baru, yang entah telah memiliki berapa ratus kader atau hanya sekedar lolos dan menyemarakkan pesta demokrasi 5 tahun sekali.

Baik partai politik ataupun caleg yang diusung pun telah gencar melakukan kampanye. Ada yang secara terang-terangan lewat poster, spanduk, flyer. Yang bukan terkesan semarak, tapi justru terkesan merusak keindahan kota. Bagaimana tidak, kertas-kertas bergambar caleg dan partai yang mengusungnya ditempel di pohon, tembok-tembok, tiang listrik, yang jelas hampir di setiap sudut kota, dari ujung hingga pelosok, kita akan menemukan kertas-kertas kampanye. Atau kampanye yang dilakukan secara terselubung. Seperti memberikan sembako kepada warga, dengan dalih amal, tetapi didalamnya tetap mendapat “bonus” stiker bergambar calon legislatif dan partainya. Bahkan sekarang untuk menjadi caleg, siapa pun bisa, tanpa syarat yang terlalu rumit. Seperti kecenderungan artis yang beramai-ramai mendaftar jadi caleg, yang kebanyakan masih sangat diragukan kemampuan berpolitiknya, dan lebih dari separonya hanya menjual “nama beken” mereka di masyarakat. Bahkan tukang parkir pun sekarang bisa caleg.

Partai politik juga tidak mau kalah dengan para calegnya, partai politik besar sudah mulai gencar menentukan capres dan cawapresnya. Dan yang pasti “muka-muka lama” yang gagal jadi presiden 5 tahun lalu dipastikan akan tetap mencalonkan diri menjadi presiden. Saling perang janji lewat media massa dan debat terbuka lewat televisi. Bahkan yang paling sering dilakukan adalah menjelek-jelekkan antar pasangan.

Rakyat yang sudah hidup bertahun-tahun di Indonesia, pastinya sudah sangat hapal dengan tingkah para calon legislatif dan partai politik yang terlihat “baik hati” saat menjelang kampanye. Mulai dari mengumbar janji-janji yang terlalu muluk dan lebay (baca: berlebihan). Membagi-bagikan sembako dan uang “simpatik”, mendengarkan keluhan rakyat kecil dan berjanji mengatasinya jika nanti terpilih. Namun, realisasinya setiap ada calon yang telah terpilih justru seakan-akan lupa atau sengaja melupakan janjinya. Jangankan ingat memperjuangkan rakyat, kebanyakan justru sibuk memperjuangkan kepentingan pribadinya, terutama bagaimana cara kembali modal yang telah digunakan untuk kampanye.

Dengan kecenderungan tersebut, wajar jika lembaga-lembaga survei memperkirakan angka golput akan meningkat. Salah satu penyebabnya adalah rakyat sudah jenuh dengan para “wakilnya” di atas. Rakyat beranggapan, siapa pun wakilnya, harga BBM, sembako, dan lain-lain pasti juga akan naik dan langka.


PESTA RAKYAT DEMOKRASI